Selasa, 25 November 2014

ILMU OTOMOTIVE

Pengetahuan Tentang Engine Control Unit (ECU)
Pengetahuan tentang Engine control unit

Kini dunia otomotif mengalami perkembangan yang pesat seiring dengan perkembangan dunia elektronik dan komputer,
sehingga dunia otomotif tidak lagi
berhubungan mesin dan oli saja. Kini mesin
dikontrol dengan komputer. Perangkat audio,
interior beserta assesoris lainya juga dikontrol
dengan komputer. Dengan kata lain dunia
otomotif sekarang adalah “fully computer
controlled”.


Semakin kedepan, peran komputer otomatik
semakin banyak di adopsi dalam dunia
otomotif, baik dalam segi meningkatkan
performa mesin, kenyamanan, dan
keselamatan. Kini teknisi/mekanik dituntut
untuk menguasi bidang ini.
Jika anda mempunyai permasalahan
seputar elektronik otomotif, maka kami
siap membantu anda.
kami melayani servis berbagai perangkat
elektronik otomotif, mulai dari ECU, TCM,
Speedometer, ABS, EPS, Immobilizer dan
lainnya.
Tentang Engine Control Unit ( ECU ) ?
ECU disini merupakan singkatan dari Engine
Control Unit, bukan Electronic Control Unit
(Engine CU adalah salah satu jenis Electronic
CU, bisa membedakan?). ECU sendiri
mempunyai beberapa nama lainnnya,
misalnya PCM (Powertrain Control Unit) dan
ECM (Engine Control Unit). ECU inilah yang
merupakan OTAK dari sistem EFI, kalau ECU
ini mati /rusak, bisa dipastikan bahwa proses
pembakaran akan mati pula. ECU akan
membaca kondisi sensor yang ada, kemudian
diolah dengan data yang telah disimpan,
kemudian dikeluarkan keputusan untuk
menggerakkan actuator (Injector, dan Igniter).
Fungsi Kerja Utama ECU adalah :
1. Mengatur campuran bensin dan udara pada
masing-masing ruang pembakaran.
2. Mengatur waktu pengapian(ignition) pada
masing-masing ruang pembakaran.
3. Mengontrol idle speed.
ECU sendiri merupakan embedded system
yang terdiri dari mikrokontroler dan rangkaian
elektronis lainnya, yang didalamnya terdapat
program dan memori mengenai perlakuan
terhadap mesin pada kondisi-kondisi yang
berbeda-beda.
Misalnya kondisi dihidupkan dalam keadaan
mesin dingin, kondisi massa udara yang
tinggi, kondisi kecepatan rpm tinggi dan
lainnya. Pabrikan tentu saja telah memberikan
setingan awal yang sesuai dengan kebutuhan
konsumen pada umumnya(standar). Jika mau
merubah setingan pabrikan tersebut tentu saja
dengan resiko yang bermacam-macam,
misalnya pemakaian bensin menjadi boros,
kemudian temperature mesin lebih panas, dan
lainnya.

Sumber dari sini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar