Allah Ta'ala berfirman : “Dan Aku tidak
menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah
kepada-Ku.“Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku
tidak menghendaki supaya mereka memberi makan pada-Ku. ” (QS. Adz Dzariyat: 56-57)
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari
api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya
malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah
terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan
apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6).
KEWAJIBAN LELAKI MENJALANKAN SHALAT DI MASJID
Rasulullâh Shallallâhu’alaihi Wasallam bersabda:
“barangsiapa yang mendengar adzan namun ia tidak memenuhi panggilan
tersebut (tidak datang ke masjid), maka tidak ada shalat baginya kecuali
ada udzur ”
hadits ini diriwayatkan dari sahabat Ibnu ‘Abbas dan juga yang lainnya.
Juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dan lainnya bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi
Wasallam bersabda kepada seorang yang buta:
“apakah anda mendengar hayya 'alas shalah hayya ‘alal falah? ia
menjawab: ‘ia saya dengar’. Nabi bersabda: ‘jika demikian maka penuhilah
panggilan itu, karena saya tidak menemukan adanya rukhshah bagimu ‘”
Orang yang shalat di rumahnya atau di tokonya atau di tempat lain,
tidak ikut shalat berjama’ah di masjid tanpa udzur syar’i maka ia masuk
dalam larangan syari’at, yaitu ia melalaikan shalat jama’ah. Ia juga
telah meninggalkan salah satu amalan wajib yaitu shalat berjama’ah.
Meninggalkan amalan wajib ini (yaitu shalat) yang merupakan amalan yang
sangat besar wajibnya, juga meninggalkan shalat berjama’ah, ini semua
akan membawa seseorang untuk meninggalkan Islam sedikit-demi-sedikit.
Banyaknya masjid-masjid yang dibangun, serta banyaknya para khatib dan
imam masjid, semua itu agar shalat jama’ah ditegakkan dan supaya agama
Islam ini ditegakkan dengan ilmu dan ta’lim. Maka meninggalkan shalat
jama’ah tanpa udzur syar’i itu berdosa bahkan termasuk salah satu dosa
besar. Hendaknya orang yang telah melakukan hal itu segera bertaubat
kepada Allah ‘Azza Wa Jalla.
Adapun masalah apakah shalatnya
diterima atau tidak, ini terjadi perselisihan di antara para ulama. Dan
dikhawatirkan shalatnya tidak diterima di sisi Allah, maksudnya ia tidak
mendapat pahala walaupun ia telah dianggap menunaikannya dan kewajiban
shalat telah gugur darinya. Namun dikhawatirkan ia tidak mendapatkan
pahala.
AKIBAT MENINGGALKAN SHALAT
Nabi Muhammad shallallâhu 'alaihi wasallam Bersabda :
"Barangsiapa meninggalkan shalat dengan sengaja maka dia kafir terang-terangan." (HR. Ahmad)
“Sesungguhnya ( batas pemisah ) antara seseorang dengan kemusyrikan dan
kekafiran adalah meninggalkan shalat.” ( HR. Muslim, dalam kitab al
iman ).
“Perjanjian antara kita dan mereka adalah shalat,
barang siapa yang meninggalkannya maka benar benar ia telah kafir.” (HR.
Abu Daud, Turmudzi, An Nasai, Ibnu Majah dan Imam Ahmad ).
Tentang keadaan orang-orang yang berdosa Al-Quran menjelaskan dalam Surat Muddatstir.
” Apa yang menyebabkan kamu masuk Neraka Saqar?” ( Surat ke 74 : 42).
Inilah jawaban orang-orang yang berada di dalam Neraka Saqar (yaitu
Neraka yang dijaga oleh 19 malaikat, yang menghanguskan kulit manusia).
1. ” Dulu kami termasuk orang-orang yang meninggalkan sholat.” (ayat 43)
2. ” Kami kikir,tidak memberi makan orang miskin & tidak memuliakan anak yatim.” (ayat 44)
3. ” kami juga berbicara untuk tujuan yang bathil.” (ayat 45)
4. ” dan kami tidak percaya akan hari pembalasan sampai datang kematian pada kami.” (ayat 46-47)
Ketika Malaikat Jibril turun dan berjumpa dengan Rasulullah shallallâhu
'alaihi wasallam, ia berkata, “Wahai Muhammad, Allah tidak akan
menerima puasa, zakat, haji, sedekah, dan amal saleh seseorang yang
meninggalkan sholat. Ia dilaknat di dalam Taurat, Injil, Zabur, dan
Al-Quran. Demi Allah, yang telah mengutusmu sebagai nabi pembawa
kebenaran, sesungguhnya orang yang meninggalkan sholat, setiap hari
mendapat 1.000 laknat dan murka. Para malaikat melaknatnya dari langit
pertama hingga ketujuh.
Dalam riwayat Muslim :“Apabila salah
seorang dari kalian tertidur hingga luput dari mengerjakan satu shalat
atau ia lupa maka hendaklah ia menunaikan shalat tersebut ketika ia
ingat .”
KEUTAMAAN SHALAT 5 WAKTU
Ibnu Mas'ud
meriwayatkan dari Nabi shallallâhu 'alaihi wasallam, beliau bersabda:
"Kamu sekalian berbuat dosa, maka kamu telah melakukan shalat subuh maka
shalat itu membersihkannya, kemudian kamu sekalian berbuat dosa, maka
jika kamu melakukan shalat zhuhur, maka shalat itu membersihkannya,
kemudian berbuat dosa lagi, maka jika kamu melakukan shalat 'asar maka
shalat itu membersihkannya, kemudian kamu berbuat dosa lagi, maka jika
kamu melakukan shalat maghrib, maka shalat itu membersihkannya, kemudian
kamu berbuat dosa lagi, maka jika kamu melakukan shalat isya', shalat
itu akan membersihkannya, kemudian kamu tidur maka tidak lagi di catat
dosa bagi kamu hingga kamu bangun." (HR. Thabrani)
Tatkala
Jibril bertanya tentang ihsan, Rasul shallallâhu 'alaihi wasallam
berkata, “Engkau beribadah kepada Allah seolah engkau melihat-Nya. Jika
engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Allah melihatmu.”Rasulullah
shallallâhu 'alaihi wasallam bersabda,“Sesungguhnya Allah tidak menerima
amal kecuali dilakukan dengan ikhlas dan mengharap ridha-Nya.”
Wallahul Musta’an.
►►►MENYAMPAIKAN IALAH KEWAJIBAN KITA SEMUA◄◄◄
-Qs.3:20 KEWAJIBAN kamu hanyalah menyampaikan
-QS.3:20 Maukah kamu masuk Islam? … (kewajiban pada kafir)
-Qs.42:48 KEWAJIBANMU tidak lain hanyalah menyampaikan
-QS.8:38 KATAKANLAH PADA ORANG- ORANG KAFIR ITU…
-Qs.16:82 KEWAJIBAN yg dibebankan atasmu hanya menyampaikan
-Qs.5:92 KEWAJIBAN Rasul Kami, hanya menyampaikan dg terang
-Qs.64:12 KEWAJIBAN Rasul Kami hanyalah menyampaikan dg terang
-Qs.16:125 SERULAH pada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran baik
Sumber dari sini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar